Redesign Catsyntx Jogja

January 31st, 2009 by srengenge

Reunian yuk

August 26th, 2008 by srengenge

Reuni Akbar SMA Negeri 1 Cepu

Aug 20, 2008
for everyone

 

Dear All
Undangan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Teman-teman tercinta,
Tak terasa sudah bertahun-tahun kita berpisah. Masih banyak kenangan yang tersisa. Dan untuk mempererat tali silaturahmi persahabatan diantara semua teman, kami ingin mengadakan acara “ Reuni Akbar SMA Negeri 1 Cepu “ pada:
Hari / tanggal : Sabtu / 4 Oktober 2008
Pukul : 08.00 - selesai
Tempat : Soos Sasono Suko Cepu
Tema Acara : “Berbagi Cinta Menggapai Cita Dalam Indahnya Silaturahmi”
Kontribusi :  Min Rp 10.000,-/org (Mahasiswa)

                    Min Rp 50.000,-/org (Sudah bekerja)

No Rek Bank Muamalat: 913 77773 99
an. seto rianto (bendahara Reuni Akbar SMA 1 Cepu)

Snack, Lunch, Souvenir cantik, Doorprize & Foto keluarga


Kontak person :
Ariraya (08122929344),

Ika Herlina (085233931163),

Rahadi (085640031078)

Kami harap teman-teman bersedia hadir di acara tersebut. Kami tunggu segera konfirmasi keikutsertaannya. Biaya dapat ditransfer melalui bank. Mohon konfirmasi pada panitia jika sudah melakukan transfer.

Terima kasih banyak perhatiannya dan ditunggu kehadirannya.
Wasalamuâ’alaikum Wr. Wb.
Salam hangat,
PANITIA
RUNDOWN ACARA

Sabtu, 4 Oktober 2008
08.00 – 09.00               : Registrasi Peserta
09.00 – 09.30               : Acara pembuka

09.30 – 10.30               : Sambutan-sambutan

Sambutan Ketua Panitia

Sambutan Ketua OSIS SMAN 1 Cepu

Sambutan  Kepala Sekolah SMAN 1 Cepu

Sambutan Perwakilan Alumni SMAN1 Cepu

10.30 – 11.30               : Pentas seni & musik (polling guru favorit)                     

11.30 – 12.00                           : Pembentukan Himpunan Alumni SMAN 1 Cepu dan                                                                                                                                 Pemilihan ketua Ikatan  Alumni SMAN 1 Cepu

12.00 – 13.00               : Istirahat dan makan siang

13.00 – 13.15               : Sambutan Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 Cepu terpilih

13.15 – 14.00               : Pemberian beasiswa & sumbangan kesehatan

                                     Pembagian Doorprize dan Foto Keluarga
14.00 – selesai             : Kunjungan ke SMA 1 Cepu

NOTE : TOLONG DIFORWARD KE TEMEN2 YG GA

ADA

EMAILNY DISINI DAN DI INFO KE TEMEN YG MSH CONTACT.THX

quick oil change

April 13th, 2007 by srengenge

Quick_oil_service

nice story

April 13th, 2007 by srengenge

Kisah Nyata - Kebesaran Jiwa Seorang Ibu

Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan ,
tahun berapaan udeh lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya).
Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat
cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja
di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager.
Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo.
Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.

Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali.
Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri
dan belakang.
Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar.
Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan.
Ia jarang keluarrumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain.
Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be.
Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain.
Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.

Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya
saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah.

Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).

Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah.
Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be.

Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.

Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring.
Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. ” Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi”.
Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.

Ketika membaca kisah ini dimedia cetak, saya sempat menangis karena tidak sempat bersujud di hadapan Mamaku. Mamaku telah meninggal 3 th lebih saat itu.

Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu.